Platform untuk Mendukung Difabel Menjadi Pengusaha/Pekerja Profesional

    Design for Dream dirancang untuk membuat mimpi menjadi lebih inklusif

Mimpi Difabel Terwujud

Jumlah Donasi Terkumpul

Produk Difabel Terjual

Orang yang Mendukung

Cerita Sukses Mimpi Difabel

Kumpulan cerita sukses dari terwujudnya mimpi – mimpi Difabel

Erwin, Calon IT Difabel dari Indonesia

Memiliki sebuah laptop mungkin sudah terlihat biasa, tapi tidak bagi Erwin. Bagi dirinya, mendapatkan sebuah laptop berarti membuka satu kaki untuk mencapai apa yang ia cita-citakan. Menjadi difabel yang mandiri, dengan bercita-cita untuk menjadi seorang IT adalah mimpi terpendam Erwin.

Desain Batik Karya Difabel Bina Siwi

Pernah nggak sih dari kita membanyangkan ada teman-teman difabel, yang terdiri hampir lebih dari 40 orang membuat sebuah karya Batik. Gak cuma masalah karya Batiknya aja loh yang special, lebih dari pada itu, design yang dibuat itu adalah design hasil karya teman-teman difabel loh.

Donasi Sebelumnya

Donasi Difabel yang sudah digalang oleh Design for Dream

30 Hari Berbuka dan Berbagi Bersama 


Kolaborasi 
Design For Dream berkolaborasi dengan Transmania Surabaya (Komunitas Pemirsa Muda Binaan Public Relations Trans TV) untuk membantu anak-anak Tunagrahita di UPTD Liponsos Kalijudan melalui kegiatan Bakti Sosial

Tulisan Terbaru

Post Blog Design for Dream tentang Disabilitas

Olahraga dan Disabilitas

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 18 Agustus kemarin, kita mendapati media sosial kita ramai akan satu hal yang menarik hati masyarakat pada umumnya. Sebuah perayaan yang dirayakan cukup besar di pusat kota Jakarta dan di sudut wilayah terapik Palembang—diliput berbagai media untuk menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sebuah perayaan yang mengembalikan semangat ratusan atlet yang akan berlaga nantinya, untuk membanggakan bangsa tercinta.

Tentu menyenangkan menjadi bagian dari hal tersebut, bukan?

Kita melihat aktivitas tersebut menjadi sesuatu hal yang luar biasa. namun nyatanya, masyarakat dengan different ability atau disabilitas itu sendiri juga mampu melakukan hal yang sama—bahkan ikut turun serta mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Kita tahu pagelaran sebesar olimpiade, SEA Games dan Asian Games. Pagelaran yang menjadi tontonan seru untuk setiap lapisan masyarakat yang menikmatinya hingga mereka yang ingin sekedar melihat Indonesia berlaga di berbagai sektor olahraga. Namun tahukah kalian tentang pagelaran khusus atlet disabilitas?

Sebutannya bernama parasport atau paralympic sport, yang berarti olahraga untuk orang-orang yang mengalami disabilitas. Memang cabang olahraga yang tersedia tidak sebanyak olahraga biasa pada umumnya, namun para sport ini bahkan memiliki ajang sekelas dengan olimpiade. Seperti Paralympics yang diadakan berdekatan dengan Olimpiade Rio de Janeiro pada tahun 2016 lalu, ASEAN Para Games, Asian Para Games dan lainnya. Tentu saja, atlet paralympic ini juga sama luar biasanya dengan atlet-atlet Indonesia lainnya.

Namun sayangnya, masih sangat jarang bagi media untuk meliput tentang mereka. padahal jika kita telusuri lebih lanjut, mereka juga sama-sama membanggakan. Mereka sama-sama bisa melakukan aktivitas bernuansa olahraga, dan itu terjadi tanpa alasan. Tentu juga mampu berprestasi, seperti Ni Nengah Widiasih, salah satu atlet difabel Indonesia yang mampu merebut medali perunggu pada ajang Paralympic Games di Rio de Janeiro. Luar biasa, bukan?

Masyarakat umum perlu tahu tentang mereka, karena olahraga pada umumnya menyangkut semua orang yang benar menyukai dan berkecimpung di dalamnya—tanpa terkecuali.

Jika kamu merupakan penyandang disabilitas yang menyukai olahraga; jangan menyerah, sobat! Semua berawal dari mimpi. Mimpi tersebut hanya bisa diwujudkan oleh dirimu sendiri, dengan kita yang akan berusaha membukakan jalanmu. Jika kita saja bisa, kamu juga pasti bisa. Begitu pula sebaliknya. Terus semangat!

Yuk Kenalan Disabilitas Lebih Jauh

Kamu tahu apa itu disabilitas. Seringkali hal tersebut diucapkan oleh berbagai kalangan masyarakat, dan terkadang pula terdengar melalui televisi dan dicuit beribu-ribu kali di media sosial. Kalian tahu siapa mereka dan kepada siapa kata tersebut ditujukan. Tapi hanya itu saja? Atau lebih? Di sini kami akan memberitahu lebih tentang siapa mereka.

Tuna Netra, adalah disabilitas di mana seseorang tidak bisa melihat dengan kedua matanya, secara total. Namun mereka memiliki sensitifitas yang luar biasa untuk mendeteksi benda-benda yang ada di sekitarnya terutama dengan indra pendengaran mereka.

Tuna Rungu, adalah disabilitas di mana seseorang tidak memiliki kemampuan untuk mendengar sebagaimana kita pada umumnya.  Sebagian besar dari mereka membutuhkan alat bantu pendengaran, khususnya bagi mereka yang masih bisa sedikit mendengar, agar bisa kembali mendengar dengan baik.

Tuna Wicara, adalah disabilitas di mana seseorang tidak mampu berbicara dengan orang lain seperti kita pada umumnya. Hal ini biasanya disebabkan oleh problema pendengaran yang tidak terdeteksi sejak lahir sehingga menyebabkan seseorang kesulitan untuk belajar berbicara.

Tuna Daksa, adalah disabilitas di mana seseorang memiliki fisik yang tidak sempurna sebagaimana kita pada umumnya. Hal ini bisa saja disebabkan oleh gangguan pada syaraf, kecelakaan atau bahkan sudah dialami sejak lahir.

Tuna Grahita, adalah disabilitas di mana seseorang mengalami keterbelakangan mental sehingga kurang mampu untuk beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitar. Namun terkadang mereka bisa saja dikategorikan sebagai seseorang yang jenius dikarenakan kemampuan berpikir mereka yang berbeda dengan kita.

Tuna Ganda, adalah disabilitas yang mengalami lebih dari satu hal yang terlah disebutkan di atas atau kombonasi dari hal-hal tersebut.

Di antara perbedaan jenis yang sudah tertera, ternyata disabilitas memiliki satu kesamaan.

Yakni keunikan yang dimiliki mereka digunakan sebagai penyemangat untuk meraih mimpi.

Kita mungkin pernah melihat seorang Tuna Netra dan Tuna Rungu bekerja mencari nafkah, seorang Tuna Wicara dan Tuna Daksa yang bersemangat dalam mengenyam pendidikan, dan Tuna Grahita yang menjadi juara dalam perlombaan. Singkatnya, mereka menjadikan keterbatasan mereka sebagai sebuah kelebihan. Terlebih jika mereka memiliki kekurangan dalam urusan finansial, mereka tetap berusaha untuk menggapai mimpi mereka.

Perlulah kita sejenak untuk berhenti dan melihat mereka, bahwasannya jika segala keterbatasan bukanlah penghalang bagi kita untuk terus berusaha.

Mimpi Inklusif di Indonesia

Bagi kita, meraih mimpi bukanlah sesuatu yang mudah. Justru kita memerlukan perjuangan yang luar biasa untuk bisa mewujudkan mimpi itu. dan hal itu berlaku untuk kita semua, tanpa terkecuali. Termasuk pula orang-orang disabilitas.

Sama seperti kita pada umumnya, Indonesia juga memiliki mimpi.

Indonesia memiliki mimpi untuk menjadi lebih baik, secara keseluruhan. Agar Indonesia menjadi negara yang layak untuk semua pihak. Indonesia juga ingin agar semua rakyat dapat memenuhi haknya masing-masing, salah satunya untuk mengenyam pendidikan. Segala sesuatu yang tertera pada Pembukaan Undang-Undang 1945 masih akan tetap menjadi tujuan bagi Indonesia.

Dan mimpi Indonesia diwakili oleh kita semua.

Kita lah sosok yang bertanggung jawab untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.

Salah satu pihak yang merasakan dampak dari teraihnya mimpi tersebut adalah orang-orang disabilitas, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya.

12,15% masyarakat di Indonesia merupakan penderita disabilitas—dan mimpi mereka adalah mimpi kita juga. Untuk mewujudkan Indonesia yang ramah untuk semua, kita juga harus menggapai mimpi untuk mereka. Mereka membutuhkannya, sama seperti kita, demi Indonesia yang semakin baik kedepannya.

Ada banyak cara untuk membuat hal itu menjadi nyata. Sudah banyak pula gerakan-gerakan sosial yang ingin membantu orang-orang disabilitas, sudah banyak pula beasiswa khusus untuk mereka, dan kini dimulai jua pengadaan sarana dan prasarana yang tepat untuk orang-orang disabilitas itu sendiri. meski belum seberapa, namun pantas dikatakan sebagai awal yang baik untuk merubah Indonesia.

Dengan demikian, mimpi yang diharapkan orang disabilitas tidaklah fana belaka, namun bisa menjadi nyata. Semua aspek kehidupan yang melekat juga didukung oleh negara, sama seperti kita. Sehingga kedepannya diharapkan mampu untuk menciptakan Indonesia yang setara, tak ada perbedaan lagi di antara kita semua.

Karena Indonesia bukan milik beberapa pihak semata, namun keseluruhan pihak yang hidup, bertempat tinggal serta mencintai Indonesia dengan setulus hati mereka.

Termasuk pula masyarakat disabilitas, pun yang meyakini bahwa mimpi mereka akan terwujud di bumi Indonesia tercinta.

Galeri Lensa Disabilitas

Jejak lensa seputar Disabilitas yang diabadikan oleh tim Design for Dream

Kata Mereka

Kata mereka tentang Design for Dream

Design for Dream adalah sebuah wadah konkret yang membantu pihak disabilitas untuk dapat mewujudkan mimpinya lewat sebuah hal online yang sangat benar-benar membantu.

Jumilah

Akitivis Disabilitas, Co-Founder Panti Asuhan Disabilitas Bina Siwi

Partners 

Partner yang terlibat baik langsung / tidak langsung dengan Design for Dream

Academic

 
 

Bussines

 
 

Government

 
 

Community

 
 

Media

 
 

Funding