Olahraga dan Disabilitas

Olahraga dan Disabilitas

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 18 Agustus kemarin, kita mendapati media sosial kita ramai akan satu hal yang menarik hati masyarakat pada umumnya. Sebuah perayaan yang dirayakan cukup besar di pusat kota Jakarta dan di sudut wilayah terapik Palembang—diliput berbagai media untuk menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sebuah perayaan yang mengembalikan semangat ratusan atlet yang akan berlaga nantinya, untuk membanggakan bangsa tercinta.

Tentu menyenangkan menjadi bagian dari hal tersebut, bukan?

Kita melihat aktivitas tersebut menjadi sesuatu hal yang luar biasa. namun nyatanya, masyarakat dengan different ability atau disabilitas itu sendiri juga mampu melakukan hal yang sama—bahkan ikut turun serta mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Kita tahu pagelaran sebesar olimpiade, SEA Games dan Asian Games. Pagelaran yang menjadi tontonan seru untuk setiap lapisan masyarakat yang menikmatinya hingga mereka yang ingin sekedar melihat Indonesia berlaga di berbagai sektor olahraga. Namun tahukah kalian tentang pagelaran khusus atlet disabilitas?

Sebutannya bernama parasport atau paralympic sport, yang berarti olahraga untuk orang-orang yang mengalami disabilitas. Memang cabang olahraga yang tersedia tidak sebanyak olahraga biasa pada umumnya, namun para sport ini bahkan memiliki ajang sekelas dengan olimpiade. Seperti Paralympics yang diadakan berdekatan dengan Olimpiade Rio de Janeiro pada tahun 2016 lalu, ASEAN Para Games, Asian Para Games dan lainnya. Tentu saja, atlet paralympic ini juga sama luar biasanya dengan atlet-atlet Indonesia lainnya.

Namun sayangnya, masih sangat jarang bagi media untuk meliput tentang mereka. padahal jika kita telusuri lebih lanjut, mereka juga sama-sama membanggakan. Mereka sama-sama bisa melakukan aktivitas bernuansa olahraga, dan itu terjadi tanpa alasan. Tentu juga mampu berprestasi, seperti Ni Nengah Widiasih, salah satu atlet difabel Indonesia yang mampu merebut medali perunggu pada ajang Paralympic Games di Rio de Janeiro. Luar biasa, bukan?

Masyarakat umum perlu tahu tentang mereka, karena olahraga pada umumnya menyangkut semua orang yang benar menyukai dan berkecimpung di dalamnya—tanpa terkecuali.

Jika kamu merupakan penyandang disabilitas yang menyukai olahraga; jangan menyerah, sobat! Semua berawal dari mimpi. Mimpi tersebut hanya bisa diwujudkan oleh dirimu sendiri, dengan kita yang akan berusaha membukakan jalanmu. Jika kita saja bisa, kamu juga pasti bisa. Begitu pula sebaliknya. Terus semangat!

Yuk Kenalan Disabilitas Lebih Jauh

Yuk Kenalan Disabilitas Lebih Jauh

Kamu tahu apa itu disabilitas. Seringkali hal tersebut diucapkan oleh berbagai kalangan masyarakat, dan terkadang pula terdengar melalui televisi dan dicuit beribu-ribu kali di media sosial. Kalian tahu siapa mereka dan kepada siapa kata tersebut ditujukan. Tapi hanya itu saja? Atau lebih? Di sini kami akan memberitahu lebih tentang siapa mereka.

Tuna Netra, adalah disabilitas di mana seseorang tidak bisa melihat dengan kedua matanya, secara total. Namun mereka memiliki sensitifitas yang luar biasa untuk mendeteksi benda-benda yang ada di sekitarnya terutama dengan indra pendengaran mereka.

Tuna Rungu, adalah disabilitas di mana seseorang tidak memiliki kemampuan untuk mendengar sebagaimana kita pada umumnya.  Sebagian besar dari mereka membutuhkan alat bantu pendengaran, khususnya bagi mereka yang masih bisa sedikit mendengar, agar bisa kembali mendengar dengan baik.

Tuna Wicara, adalah disabilitas di mana seseorang tidak mampu berbicara dengan orang lain seperti kita pada umumnya. Hal ini biasanya disebabkan oleh problema pendengaran yang tidak terdeteksi sejak lahir sehingga menyebabkan seseorang kesulitan untuk belajar berbicara.

Tuna Daksa, adalah disabilitas di mana seseorang memiliki fisik yang tidak sempurna sebagaimana kita pada umumnya. Hal ini bisa saja disebabkan oleh gangguan pada syaraf, kecelakaan atau bahkan sudah dialami sejak lahir.

Tuna Grahita, adalah disabilitas di mana seseorang mengalami keterbelakangan mental sehingga kurang mampu untuk beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitar. Namun terkadang mereka bisa saja dikategorikan sebagai seseorang yang jenius dikarenakan kemampuan berpikir mereka yang berbeda dengan kita.

Tuna Ganda, adalah disabilitas yang mengalami lebih dari satu hal yang terlah disebutkan di atas atau kombonasi dari hal-hal tersebut.

Di antara perbedaan jenis yang sudah tertera, ternyata disabilitas memiliki satu kesamaan.

Yakni keunikan yang dimiliki mereka digunakan sebagai penyemangat untuk meraih mimpi.

Kita mungkin pernah melihat seorang Tuna Netra dan Tuna Rungu bekerja mencari nafkah, seorang Tuna Wicara dan Tuna Daksa yang bersemangat dalam mengenyam pendidikan, dan Tuna Grahita yang menjadi juara dalam perlombaan. Singkatnya, mereka menjadikan keterbatasan mereka sebagai sebuah kelebihan. Terlebih jika mereka memiliki kekurangan dalam urusan finansial, mereka tetap berusaha untuk menggapai mimpi mereka.

Perlulah kita sejenak untuk berhenti dan melihat mereka, bahwasannya jika segala keterbatasan bukanlah penghalang bagi kita untuk terus berusaha.

Mimpi Inklusif di Indonesia

Mimpi Inklusif di Indonesia

Bagi kita, meraih mimpi bukanlah sesuatu yang mudah. Justru kita memerlukan perjuangan yang luar biasa untuk bisa mewujudkan mimpi itu. dan hal itu berlaku untuk kita semua, tanpa terkecuali. Termasuk pula orang-orang disabilitas.

Sama seperti kita pada umumnya, Indonesia juga memiliki mimpi.

Indonesia memiliki mimpi untuk menjadi lebih baik, secara keseluruhan. Agar Indonesia menjadi negara yang layak untuk semua pihak. Indonesia juga ingin agar semua rakyat dapat memenuhi haknya masing-masing, salah satunya untuk mengenyam pendidikan. Segala sesuatu yang tertera pada Pembukaan Undang-Undang 1945 masih akan tetap menjadi tujuan bagi Indonesia.

Dan mimpi Indonesia diwakili oleh kita semua.

Kita lah sosok yang bertanggung jawab untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.

Salah satu pihak yang merasakan dampak dari teraihnya mimpi tersebut adalah orang-orang disabilitas, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya.

12,15% masyarakat di Indonesia merupakan penderita disabilitas—dan mimpi mereka adalah mimpi kita juga. Untuk mewujudkan Indonesia yang ramah untuk semua, kita juga harus menggapai mimpi untuk mereka. Mereka membutuhkannya, sama seperti kita, demi Indonesia yang semakin baik kedepannya.

Ada banyak cara untuk membuat hal itu menjadi nyata. Sudah banyak pula gerakan-gerakan sosial yang ingin membantu orang-orang disabilitas, sudah banyak pula beasiswa khusus untuk mereka, dan kini dimulai jua pengadaan sarana dan prasarana yang tepat untuk orang-orang disabilitas itu sendiri. meski belum seberapa, namun pantas dikatakan sebagai awal yang baik untuk merubah Indonesia.

Dengan demikian, mimpi yang diharapkan orang disabilitas tidaklah fana belaka, namun bisa menjadi nyata. Semua aspek kehidupan yang melekat juga didukung oleh negara, sama seperti kita. Sehingga kedepannya diharapkan mampu untuk menciptakan Indonesia yang setara, tak ada perbedaan lagi di antara kita semua.

Karena Indonesia bukan milik beberapa pihak semata, namun keseluruhan pihak yang hidup, bertempat tinggal serta mencintai Indonesia dengan setulus hati mereka.

Termasuk pula masyarakat disabilitas, pun yang meyakini bahwa mimpi mereka akan terwujud di bumi Indonesia tercinta.

A Never Ending Spirit

Apa yang kamu ketahui tentang mereka? Mereka yang seringkali kita sebut sebagai seseorang yang belum beruntung? Mereka yang seringkali kita pandang sebelah mata? Mereka yang seringkali kita lihat namun kita lalui begitu saja? Mereka yang terlihat lelah namun tidak pada dasarnya.

Sebagai manusia, tentu kita memiliki kadar semangat masing-masing. Ada yang mungkin merasa semangat saat hari Senin tiba atau sebaliknya, adapula yang merasa semangat di malam hari ketimbang pagi menyapa, atau juga weekend terasa lebih memompa semangat dibandingkan hari kerja. Kadar semangat terkadang pula menentukan reaksi dan juga ekspresi harian kita. Jiwa semangat tentu akan berujung pada ekspresi ceria. Dan bila tidak semangat, kita justru akan merasa lelah lebih cepat dan seakan ingin merangsak masuk ke dalam selimut terdekat.

Semangat itu terkadang hadir tergantung pada keseharian kita.

Bilamana kita memang seperti itu; bagaimana dengan mereka?

Mereka dengan keunikan tersendiri, people with disability.

Semangat adalah kunci utama. Diucapkan dan dihayati setiap detiknya—seakan-akan kata tersebut lebih dari sekedar bermakna. Kata itu merupakan segalanya.

Semangat—dan tentunya pantang menyerah.

Kita memang memiliki semangat, meski terkadang kadar semangat itu justru turun secara perlahan. kita tak bisa membiarkannya. Secangkir kopi dan pernak-pernik lainnya untuk membangkitkan semangat, tetap terasa kurang pas. Apa yang harus dilakukan?

Berhenti sejenak dan lihat mereka.

Mereka yang tak mampu menangkap cahaya dunia, mereka yang tak mampu mendengar suara, mereka yang tak mampu bergerak seperti kita pada umumnya, mereka yang tak mampu berbicara, dan mereka—yang sekiranya kau anggap tak beruntung seperti kita.

Mereka. mereka yang justru terus bersemangat untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Mereka, para pahlawan bagi diri mereka masing-masing, berjuang untuk menjadi manusia seutuhnya—bahkan ditengah kekurangannya.

Justru itulah keunikan mereka.

Semangat untuk mengenyam pendidikan; semangat untuk bekerja lebih keras; semangat untuk berusaha; semangat seperti kita.

Lalu mengapa kita tidak melakukan yang sama?

Jika mereka berjuang untuk sekolah, kita juga perlu melakukan hal yang sama. Begitu pula jika bekerja, berusaha dan aktivitas lain yang biasa kita lakukan. Mereka juga ingin dan berjuang untuk itu. apa alasan kita untuk tidak melakukan hal yang serupa?

Kita berjuang untuk meraih mimpi. Pun mereka berjuang untuk meraih mimpi. Dengan bantuan kamu, kita semua.

Yuk raih mimpi itu bersama-sama, tanpa adanya perbedaan di antara kita.

#DesignForDream #NowDreamSoundsMoreInclusive #NoDreamLeftBehind

What is Disability?

Mungkin kita seringkali mendengar kata tersebut, atau mungkin sudah paham betul akan maksudnya. Tapi jika memang benar begitu adanya, apa disability menurut kamu?

Dikutip dari Wikipedia, Disability berarti an impairment that may be cognitive, developmental, intellectual, mental, physical, sensory, or some combination of these. It substantially affects a person’s life activities and may be present from birth or occur during a person’s lifetime. Ketidakmampuan itu bisa berupa berbagai hal. Berbicara tak lagi semenyenangkan yang kita kira, mendengar hanya sebatas suara samar bahkan tak terdengar, melihat warna menjadi suatu keajaiban, atau bahkan berlari terasa amat mustahil. Secara tak langsung berdasarkan pada kalimat tersebut kita bisa menyimpulkan bahwasannya disabilitas amat sangat mempengaruhi kehidupan seseorang.

Bukan, tentu bukan hanya sebatas pada kehidupan seseorang yang mengalaminya, namun juga mereka yang berada disekitarnya. Karena pada dasarnya manusia hidup bersama-sama serta saling berkaitan satu sama lainnya. Aktivitas, keluarga dan lingkungan turut akan merasakan dampak dari disabilitas. Apa yang mungkin biasa kita lakukan sehari-hari akan terasa dua kali lipat lebih sulit bagi mereka.

Apa mereka menyerah?

Tidak.

Karena mereka, orang yang memiliki disabilitas, memiliki keunikan tersendiri.

Sebagian dari kita menganggapnya berbeda, sebagian lainnya menganggap perbedaan itu fana—kita lah yang membuat perbedaan tersebut menjadi nyata. Padahal, baik kita dengan orang yang mengalami disabilitas adalah sama—berada di atas bumi yang sama. Keunikan itu lah yang membuat kita memiliki respon yang berbeda. Keunikan yang juga membuat mereka terus melangkah, atau justru membuat mereka berhenti berharap.

Jumlah penyandang disabilitas di Indonesia berjumlah sekitar 12,15% dari seluruh populasi NKRI, dan ini berdasarkan pada survey pada tahun 2016. Mereka ada disekitarmu, entah kau sadar atau tidak. Mereka ada, dan mereka punya harapan.  Mereka membutuhkan kamu, membutuhkan kita—bukan untuk memberikan belas kasih semata, namun untuk wujudkan mimpi mereka.

Kamu punya mimpi, kita semua punya mimpi. Mereka juga berhak untuk bermimpi.

Apa yang kamu lakukan?

Kita mungkin setidaknya pernah melihat sosok yang mengalami disabilitas—seberapa sering? Apa yang mereka rasakan? bagaimana perasaanmu saat melihat mereka?

Apa yang kamu lakukan saat bertemu dengan mereka?

Jangan pupuskan harapan yang ada, bantu wujudkan mimpi mereka.

Karena disability seharusnya bukanlah menjadi kata yang menghentikan mereka, melainkan sebagai penyemangat bahwa mereka masih mampu untuk meraih mimpi yang ada.

Yuk, bergerak dalam aksi yang nyata, bersama membawa makna bahwa segala mimpi bisa bertransformasi menjadi realita.

Dis(is the way when we can say that everyone have their own)ability. –

#DesignForDream #NowDreamSoundsMoreInclusive #NoDreamLeftBehind