Erwin, Calon IT Difabel dari Indonesia

Kolaborasi Design For Dream berkolaborasi dengan Panti Asuhan Bina Siwi Yogyakarta 

Terhitung sudah hampir lebih dari 10 tahun, Bina Siwi (sebuah panti asuhan difabel) di daerah Bantul, Yogyakarta menjadi pelabuhan tetap bagi seorang pejuang difabel yang bernama Erwin. Difabel Daksa yang bercita-cita lebih tinggi dari pada apa yang ia alami saat ini. Erwin tahun ini genap berusia 21 tahun. Selayaknya remaja-remaja sepantaran lainnya, Erwin memiliki sebuah cita-cita. Bukan untuk bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi seperti kebanyakan anak se-usianya, namun lebih dari pada itu.

Banyak dari mereka meremehkannya. Katanya, menjadi seorang IT bagi penyandang disabilitas adalah sesuatu hal yang tidak bisa diterima oleh akal logika. Tapi, pertanyaan besar muncul. Apakah Erwin merasa malu dan menyerah terhadap apa yang ia cita-citakan? Jawabannya tentu saja tidak. Erwin membuktikan bahwasanya mimpi itu sifatnya inklusif. Siapa saja, tidak memperdulikan siapa mereka dan latar belakang yang ada. Mereka-mereka diluar sana itu belum mengerti. Tentang arti sebuah mimpi yang terus dan terus diperjuangkan lewat sebuah doa dan kerja keras. Tinggal di sebuah panti asuhan (Bina Siwi) di Bantul, Yogyakarta, yang jauh dari pusat kota membuat Erwin semangat untuk mengimplementasikan apa yang ia cita-citakan untuk masa depannya.

Memiliki sebuah laptop mungkin sudah terlihat biasa, tapi tidak bagi Erwin. Bagi dirinya, mendapatkan sebuah laptop berarti membuka satu kaki untuk mencapai apa yang ia cita-citakan. Menjadi difabel yang mandiri, dengan bercita-cita untuk menjadi seorang IT adalah mimpi terpendam Erwin. Dimulai dari sebuah mimpi, kini Erwin telah siap untuk menuju pada tahapan berikutnya.

Terimakasih banyak semuanya

Donasi Terkumpul: Rp 1.000.000,-